Dosen Teknik Kimia ULM Tingkatkan Sistem Distribusi Air Bersih di Pondok Pesantren PIAT 8 Martapura
Martapura, 15 November 2024
Martapura — Tim dosen Program Studi Teknik Kimia Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui finalisasi program pada tanggal 13 November 2024 melalui program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) Tahun 2024 dengan fokus pada peningkatan pengaturan dan pengelolaan distribusi air bersih di lingkungan Pondok Pesantren PIAT 8 Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjawab permasalahan utama yang dihadapi pesantren, yaitu distribusi air bersih yang belum merata serta kualitas air yang belum sepenuhnya memenuhi standar kesehatan. Padahal, jumlah santri yang terus meningkat menuntut ketersediaan air bersih yang memadai untuk menunjang aktivitas harian dan kesehatan lingkungan pesantren.
Tim pengabdian yang diketuai oleh Prof. Ir. Meilana Dharma Putra, M.Sc., Ph.D., bersama-sama dengan dosen lainnya dari Progarm STudi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat, diantaranya: Prof. Dr. Ir. Agus Mirwan, S.T., M.T., Prof. Ir. Chairul Irawan, S.T., M.T., Ph.D., Prof. Ir. Iryanti Fatyasari Nata, S.T., M.T., Ph.D., Prof. Ir. Muthia Elma, S.T., M.Sc., Ph.D., serta Riani Ayu Lestari, S.T., M.Eng., melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem instalasi pengolahan air bersih yang telah ada di pesantren.
Menjawab Tantangan Ketersediaan Air Bersih
Pondok Pesantren PIAT 8 Martapura yang berdiri sejak 2013 saat ini menampung sekitar 668 santri dan pembimbing. Air bersih yang digunakan berasal dari sumur, namun distribusinya belum optimal sehingga beberapa titik mengalami aliran air yang tidak lancar bahkan tidak mengalir sama sekali.
Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat parameter kualitas air yang belum memenuhi standar kesehatan, seperti kandungan bakteri dan zat terlarut tertentu yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
Melalui kegiatan ini, tim dosen menerapkan pendekatan rekayasa teknik dengan memanfaatkan perangkat lunak EPANET 2.0 untuk melakukan simulasi hidraulik jaringan distribusi air bersih. Simulasi tersebut digunakan untuk menganalisis tekanan air, aliran distribusi, serta proyeksi kebutuhan air hingga 10 tahun mendatang.
Proyeksi Kebutuhan Air hingga 2033
Hasil analisis menunjukkan jumlah penghuni pesantren diperkirakan meningkat hingga mencapai sekitar 1.208 orang pada tahun 2033. Dengan asumsi kebutuhan air sebesar 100 liter per orang per hari, total kebutuhan air bersih diproyeksikan mencapai sekitar 120.800 liter per hari.
Berdasarkan hasil tersebut, tim melakukan perancangan ulang sistem distribusi air melalui:
1. penyediaan tangki penampungan air,
2. perbaikan instalasi pengolahan air,
3. optimalisasi jaringan perpipaan,
4. pelatihan pengelolaan sistem air bersih kepada mitra,
5. serta sosialisasi pentingnya penggunaan air bersih bagi kesehatan.
Edukasi dan Pemberdayaan Santri
Tidak hanya fokus pada aspek teknis, kegiatan ini juga mencakup edukasi kepada santri mengenai pentingnya air bersih dan perilaku hidup sehat. Sosialisasi dilakukan agar santri memahami risiko kesehatan dari penggunaan air yang tidak layak konsumsi.
Selain itu, tim pengabdian juga mendorong pembentukan kelompok pengelola air bersih di lingkungan pesantren agar sistem yang telah dibangun dapat berkelanjutan.
Menuju Sistem Air Berkelanjutan
Ke depan, tim PkM merencanakan pengembangan sistem pemanenan air hujan (rainwater harvesting) sebagai sumber air alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada air tanah. Sistem distribusi juga direncanakan dapat terintegrasi dengan lingkungan permukiman sekitar sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas.
Kegiatan pengabdian ini telah dipresentasikan dalam Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah (SNLB) 2024 yang di selenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lambung Mangkurat (LPPM ULM) pada 9 – 10 September 2024 bertempat di Hotel Aria Barito sebagai bagian dari diseminasi hasil kegiatan kepada masyarakat akademik.
Melalui program ini, Universitas Lambung Mangkurat kembali menunjukkan komitmennya dalam menerapkan keilmuan teknik kimia untuk menyelesaikan permasalahan nyata masyarakat, khususnya dalam penyediaan air bersih yang berkelanjutan dan layak bagi lingkungan pendidikan. (Faisal)